mengecap kata manis


Menuai kasih yang besar dari sekitar adalah suatu penghargaan dan karunia Tuhan. Banyak pujian datang di satu sisi namun di sisi lainnya banyak juga celaan dan hal yang harus diperbaiki. Sisi gelap yang pasti dimiliki setiap makhluk Tuhan. Tak ada yang sempurna kecuali sang Khaliq.

Sebuah harapan besar dan impian yang setinggi bintang menanti jawaban yang tak kunjung datang. kapan itu? kapan kata manis terucap dari bibir mungil sendiri. pujian atas keberhasilan sendiri. rasa bangga akan sendiri. kapan waktunya tiba?

 

kecemburuan terhadap gemerlapnya kesuksesan orang lain


Terlihat nuansa yang tidak sesuai dengan hati hari ini. Begitu lelah dan letih berkecamuk menguasai raga ini. Tak ada rasa yang melebihi kerapuhan dan kerintihan yang mengaduk-aduk sanubari. Ini adalah gejolak yang dibumbui racun kepedihan dan rasa iri. Tidak bisa dipungkiri kekalahan membuat jiwa melonjak marah dan merah.
http://asrasaffiros.wordpress.com/wp-admin/post.php?post=995&action=edit Wajah-wajah tawa hilang di belakang. Entah kapan kan bersua dengan wajah seperti itu lagi. Begitu rindu canda itu yang singkat namun menyentuh kalbu. Tetapi ketika raga kembali menjejak nyata kembali rasa mengecap kecewa. Sungguh pedih meraup rasa kalah. Seperti inilah terbelakang dan tertinggal. Tidak pernah menyentuh sukses sempurna. Sebuah awal kesuksesan adalah kegagalan tetapi sampai kapan merasai kegagalan?????

asah-asah kata


Hampir enam bulan aku membuang mimpi. Kusimpan folder ‘dream‘ rapat-rapat. Sesekali mata ini melirik untuk menawarkan rindu. Untuk membuang bosan digaris lurus yang datar. Tetapi kusalah bila mimpi kujadikan pelarian tetapi hal lain yang juga penting pun tak selesai jua. Apa kata hati tak bisa berpisah dengan kata-kata. Andai kubisa bagi semua waktu dan energiku hingga hati ini damai dan tak merasa tawar atau gersang.

Tumpullah kata-kata ini seolah waktu begitu singkat untuk menyelesaikan banyak hal. Hasil di akhir tidak ada yang terselesaikan. mungkin kini saatnya bersika, berpikir dan bertindak dewasa dalam memilah-milah waktu untuk apa. Waktu-waktu lalu terbuang percuma. mengalir tanpa jejak. tak ada tanda aku pernah ada di waktu kemarin. seolah aku hanya bayang yang melewati waktu tanpa berbuat apa-apa. hampa.

Luka


Luka lama yang mengering kembali terbuka ketika tangan jail ini mulai beraksi. Darah kembali menetes. Kemudian kering kembali setelah beberapa menit. Luka yang entah darimana kudapat tak kunjung sembuh hanya karena tangan jail yang tak henti-hentinya membuka luka itu lagi. Sangat aneh aku sama sekali tidak mengingat asal muasal luka itu.

Luka itu begitu kecil tetapi sangat mengusik.

aduan


aku ingin mengadu pada desah desau malam:

“aku telah menangis dalam diam

tak ada sajak tak ada kata-kata manis

tak ada canda hanya ada siksaan naluri hati

semua mengapa meninggalkanku

atau hanya rasa ini yang telah berbohong

aku ingin bebas, aku hanya ingin berfantasi

tapi kenapa semua butuh logika

membuatku semakin tak berdaya”

MIU


Aku yang begini baru kali ini. Mungkin tidak juga sih. Sering kali menyukai aktor asia. Saat ini di otak dan hati hanya terpaut akan MIURA HARUMA…

Hadeehhhh…. ga ada cowok lokal apa ya yang aku suka….hahaha..kacau nih otak…

mahasiswa tingkat akhir otaknya mulai nge-hang…

gimana dengan SKRIPSI???

Itu masalah lain, Miu ya Miu, SKRIPSI ya SKRIPSI.

SITU JALAN, SINI JALAN, NYAMBUNG GA NYAMBUNG DISAMBUNGIN..HEHEHE

daripada mikirin yang deket tapi ga bisa dapet, sekalian yang jauh ga dapet pun tak apa…hahaha….stres 7x …

saat ini Miura Haruma ajalah teman skripsiku, meski jauh di sana tak bisa tergenggam, semoga bisa jadi penyemangat dengan film2 yang dibintanginya…*loh emang bisa ya??? di bisa2in aja deh namanya juga mahasiswa stres akut,heu